25/08/2014
Pada hari kamis yang sangat cerah sekali, perkeras kata katanya sedikit pada hari kamis yang ga cerah cerah amat. burung burung nggak bersiul karena mungkin dia lelah, ayam juga gak berkokok yaiyalah buat apa berkokok kan udah ada jam alarm&jam weker dan mungkin mereka terasingkan sekarang:") #ayamravovo #kuatkandirimuyam. oke gue punya cerita yang horror sedikit ga horror2 amat sih tapi mungkin kalian dapat terhibur!
Kebetulan emang.. sekolah gue rada angker jadi ceritanya gue sama temen gue sebut saja seguring(indah fitriani) namanya!(sengaja pake tanda seru supaya keliatan serem ngahaha) oke kebetulan itu juga hari kamis jadi malamnya malem jum'at. gue dan indah sedang asik asiknya memotong kuku di kelas ketika tiba waktunya maksudnya ketika tiba gue memotong kuku. mulut gue mengeluarkan kata kata yang sangat asing bagi gue ketika mendengar dan mungkin temen gue juga. 'Ndah, ntar pas gue udah mati duluan lo simpen kuku ini ya ntar lo cek bakal jadi kunang kunang gak.' ucap gue seraya memotong kuku swear! gue gatau kenapa gue bilang ini'-' seketika temen gue yang bernama indah tersebut menatap gue tajam 'apaan sih lo ngahaha NGARANG!' ujar indah sambil tertawa segugukan(?) 'Ini mitos ndah.. ok? jangan lupa..'
Karena sedikit takut dengan gaya bicara gue&cara gue natap dia, dia pun akhirnya setuju 'Ok. kita sepakat kita simpen aja kuku kuku kita, dikertas ini' kata indah ke gue sambil menyobek secarik kertas kecil dan meletakkan kuku kuku yang abis dipotongin (ceritanya mungut kayak pemulung ngahaha! kidding ndah :v) 'Jangan lupa dinecis' sambil memberikan sebuah necis kedia dan jadilah kertas yang agak sedikit gembung karena penuh dengan kukukuku. 'Simpen loh jangan sampai hilang!' kata indah memperingati 'Ngahaha gak bakalan hilang kali! siapa juga yang mau ngambil kuku, kecuali kuku lo emas nah itu mungkin' kini gue yang ketawa segugukan 'Kali aja kan' 'Yadeh yadeh' angguk gue mengiyakan seraya menyimpan kuku itu dikantong baju gue.
2 Jam telah usai. kami keknya lupa sama insiden kuku itu, tapi sesuatu mengingatkan kami. gita yang tak lain tak bukan adalah pacar bahri (maaf buka kartu disini git) 'Eh pinjemin gunting kuku dong!' Eh.. kayak inget sesuatu 'KUKU KITA TADI KEMANA!?' ucap gue dan indah bersamaan 'kan sama lo tadi!' tuduh indah 'iya! gue simpen di kantong baju.' seraya memeriksa kantong baju gue satu per satu 'NGGAK ADA NDAH!' 'periksa lagi aja kali jatoh kan!' kata indah mulai panik 'Tenang tenang jangan panik. kita bakalan temuin kukukuku itu!' balas gue menenangkan. Gita yang dari tadi melihat kami bingung bilang dengan polosnya. 'Ini kalian ngomongin apaan sih?' kami menatap gita 'GIT! KUKU KAMI UDAH ILANG' lalu gita menatap kami dengan aneh 'ANJIR CUMA KUKU DOANG, KALIAN KAN BISA POTONG LAGI' lalu gue menyahut 'Bukan itu yang jadi masalah, yang ngambil siapa?! daritadi gue disini sini doang gak kemana mana sumpeh!' kata gue uring uringan 'Ini aneh sumpah. yang ngambil siapa!?' lalu gue menatap meja kami. terdapat 2 buah kertas bergambar 'TATIANA maksudnya itu tatiana itu tokoh utama dalam cerita novel horor yang pernah kami baca gambar tatiana disana imajinasi kami' 'Ndah lo percaya gak kalo tatiana yang ngambil itu kuku?!' indah menatap gue dengan tatapan ngeri 'NGGAK! tatiana cuma gambar lo mah ya! udah mulai ngawur #pegangdahigue pantes dahi lo panas,' ANJIR.
Gue ga mengada ada ya. sumpah kuku itu jelas jelas gue taruh di kantong baju gue dan selama istirahat gue gak kemana mana. dan gue udah coba cari dimana mana seluruh bawah bangku. dilaci meja gue kuku itu gaada. hilang sih gamasalah gue dan indah bisa potong kuku lagi kan? yang jadi masalahnya yang ngambil itu kuku siapa?!. Gue pandangi gambar tatiana itu kembali. mulut yang digambar indah semula tersenyum namun pas gue lihat berubah menjadi datar. ANJIR. percaya atau tidak. Hanya Allah Yang Tau semua ini.
Karena sedikit takut dengan gaya bicara gue&cara gue natap dia, dia pun akhirnya setuju 'Ok. kita sepakat kita simpen aja kuku kuku kita, dikertas ini' kata indah ke gue sambil menyobek secarik kertas kecil dan meletakkan kuku kuku yang abis dipotongin (ceritanya mungut kayak pemulung ngahaha! kidding ndah :v) 'Jangan lupa dinecis' sambil memberikan sebuah necis kedia dan jadilah kertas yang agak sedikit gembung karena penuh dengan kukukuku. 'Simpen loh jangan sampai hilang!' kata indah memperingati 'Ngahaha gak bakalan hilang kali! siapa juga yang mau ngambil kuku, kecuali kuku lo emas nah itu mungkin' kini gue yang ketawa segugukan 'Kali aja kan' 'Yadeh yadeh' angguk gue mengiyakan seraya menyimpan kuku itu dikantong baju gue.
2 Jam telah usai. kami keknya lupa sama insiden kuku itu, tapi sesuatu mengingatkan kami. gita yang tak lain tak bukan adalah pacar bahri (maaf buka kartu disini git) 'Eh pinjemin gunting kuku dong!' Eh.. kayak inget sesuatu 'KUKU KITA TADI KEMANA!?' ucap gue dan indah bersamaan 'kan sama lo tadi!' tuduh indah 'iya! gue simpen di kantong baju.' seraya memeriksa kantong baju gue satu per satu 'NGGAK ADA NDAH!' 'periksa lagi aja kali jatoh kan!' kata indah mulai panik 'Tenang tenang jangan panik. kita bakalan temuin kukukuku itu!' balas gue menenangkan. Gita yang dari tadi melihat kami bingung bilang dengan polosnya. 'Ini kalian ngomongin apaan sih?' kami menatap gita 'GIT! KUKU KAMI UDAH ILANG' lalu gita menatap kami dengan aneh 'ANJIR CUMA KUKU DOANG, KALIAN KAN BISA POTONG LAGI' lalu gue menyahut 'Bukan itu yang jadi masalah, yang ngambil siapa?! daritadi gue disini sini doang gak kemana mana sumpeh!' kata gue uring uringan 'Ini aneh sumpah. yang ngambil siapa!?' lalu gue menatap meja kami. terdapat 2 buah kertas bergambar 'TATIANA maksudnya itu tatiana itu tokoh utama dalam cerita novel horor yang pernah kami baca gambar tatiana disana imajinasi kami' 'Ndah lo percaya gak kalo tatiana yang ngambil itu kuku?!' indah menatap gue dengan tatapan ngeri 'NGGAK! tatiana cuma gambar lo mah ya! udah mulai ngawur #pegangdahigue pantes dahi lo panas,' ANJIR.
Gue ga mengada ada ya. sumpah kuku itu jelas jelas gue taruh di kantong baju gue dan selama istirahat gue gak kemana mana. dan gue udah coba cari dimana mana seluruh bawah bangku. dilaci meja gue kuku itu gaada. hilang sih gamasalah gue dan indah bisa potong kuku lagi kan? yang jadi masalahnya yang ngambil itu kuku siapa?!. Gue pandangi gambar tatiana itu kembali. mulut yang digambar indah semula tersenyum namun pas gue lihat berubah menjadi datar. ANJIR. percaya atau tidak. Hanya Allah Yang Tau semua ini.
Ini ceritaku, mana ceritamu?

0 komentar:
Posting Komentar